KUTU DI SAYAP
GARUDA

Perjuangan ku akan lebih mudah mengusir penjajah
Perjuangan mu akan lebih sulit karena melawan bangsa mu sendiri

Ir. Soekarno

Kutu Di Sayap Garuda
Kita tau semua bahwasanya lambang dari Negara Indonesia adalah garuda yang di cetus oleh Sultan Hamid II beliau  berasal dari Pontianak.
Pencetusan lambang garuda ini lahir dari sebuah ide dan gagasan seorang Sultan Hamid II dalam mempersiapkan detik_detik proklamasi yang secara sah dibacakan oleh Bapak Ir. Soekarno di depan Istana presiden dan di saksikan oleh elemen_elemen pemuda dan rakyat Indonesia.
Lambang garuda merupakan salah satu falsafah kenegaraan dimana setiap bulunya memiliki makna dan arti kemerdekaan Indonesia 17_8_45.
Angka di atas menunjukkan betapa berharganya momentum proklamasi itu, sebagai wujud dari berdirinya bangsa yang besar dan bangsa yang bebas dari keterpurukan penjajahan.
Terlalu suci bulu_bulu halus mu untuk dinodai oleh kutu_kutu kegoisan dan apatisme bangsa mu sendiri, bulu sayap mu kini mulai bergerak terhembus oleh angin yang membius landasan dan tujuan dasar mu.
Oleh karena itu, tujuan utama lahirnya cendekiawan muda bangsa mu bukan lah sebagai seorang insan yang anti terhadap structural mu, akan tetapi cendekiawan muda bangsa Indonesia lahir sebagai pembantu dikala bulu sayap mu di hiasi oleh kutu_kutu bangsa mu sendiri.
Teringat dari kutipan bapak Ir. Soekarno "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Perjuangan ku akan lebih mudah mengusir penjajah dan perjuangan mu akan lebih sulit karna melawan bangsa mu sendiri". Kalimat ini merupakan salah satu kalimat keprihatinan seorang proklamator yang berdiri di atas perjuangan Nasionalisme bangsa.
Kalau di bandingkan dengan ekosistem kenegaraan sekarang amatlah jauh dari sebuah harapan para pejuang bangsa, seandainya para pejuang bangsa bisa menyaksikan kondisi Negara saat ini mungkin akan menangis karna nilai_nilai dasar perjuangannya tidak di realisasikan secara merata.
Ketika hal ini sudah terjadi tentulah sayap garuda akan mulai rontok sedikit demi sedikit akibat ganasnya kutu_kutu yang menggerogoti dan menggigit akar bulunya yang lembut dan halus itu.
Kekecewaan yang melanda para founding father bangsa dan garuda amatlah mendalam hanya satu drama dan scenario yang mampu mengobati rasa kekecewaanya ialah mengawal ekosistem pemerintah dengan cara perjuangan dan pergerakan dari sang cendikiawan muda bangsa.
Maka dari itu mari sama_sama kita mendorong ekosistem pemerintah dalam mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara lewat aspirasi dan kebebasan berdemokrasi yang sesuai dengan tuntutan dasar Negara "Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia".
Salah satu tugas para cendikiawan muda sekarang ialah mengusir kutu_kutu yang nempel di sayap GARUDA dengan satu kalimat kemerdekaan yakni "Penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".
Bangunlah wahai kaum muda Bangsa Indonesia sudah sekian lama engkau di nina bobokan oleh ekosistem globalisasi dunia saatnya kita bangkit melawan, melawan, dan melawan keterpurukan ini.
Kepalkan tangan mu mari seraya kita mengucapkan kalimat sumpah PEMUDA dan sumpah MAHASISWA INDOENSIA sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi yang melanda keterpurukan kebebasan para cendikiawan muda bangsa saat ini:
=Sumpah PEMUDA =
Pertama:
Kami poetra dan poetry Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedua:
Kami poetra dan poetry Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetry Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

=Sumpah MAHASISWA INDOENSIA=
Kami mahasiswa indonesia bersumpah bertanah air satu tanah air tanpa penindasan.
Kami mahasiswa indonesia bersumpah berbangsa satu bangsa cinta keadilan.
Kami mahasiswa indonesia bersumpah berbahasa satu bahasa tanpa kebohongan.
    Jangan biarkan sejarah masa lampau kembali terulang mencekik aspirasi dan kebebasan bernegara. Negara Indonesia adalah Negara yang berlandaskan hokum wajib di taati dan di junjung tinggi oleh segenap warga Negara tanpa terkecuali karna di mata hokum semuanya sama, tapi di mata Allah tidak ada yang sama itu semua bergantung pada perikemanusiaan dalam melihat dan memperhatikan keterpurukan sesama manusia. Wan (3/07/19).

#pojok_kampus


Komentar

  1. Salam

    Bermacam-macam akhlak sahabat dan isteri (Nabi saw) terhadap Nabi saw yang disembunyikan:

    https://drive.google.com/file/d/1BIERBFIAAzJr_0inSWbjkMSRKfCv5qMe/view?usp=drivesdk

    Tata cara solat Nabi saw
    https://drive.google.com/file/d/1H88p9QpJTwtdlyh8v5TnYJQ_bCMFDxin/view?usp=drivesdk

    Tidak ada paksaan dalam menganuti agama (Islam)

    https://drive.google.com/file/d/13HBhtVqb0xD8og-RQZffn2LKuy3MxQfk/view?usp=drivesdk

    sila copy jika mahu.

    Terima kasih was Salam.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini